Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut Untuk Kelapa Sawit

Jakarta (ANTARA) – Peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Winarna mengungkapkan lahan gambut memiliki potensi yang baik untuk dimanfaatkan bagi pengembangan kelapa sawit. Dari hasil penelitian diketahui potensi kelapa sawit padai berbagai tipe gambut cukup tinggi antara 12-27 ton ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare pertahun, katanya, di Jakarta, Kamis. Sementara itu rata-rata rendemen minyak sawit berkisar antara 21-23 persen atau 2 persen lebih rendah dibandingkan tanah mineral. “Tanaman kelapa sawit juga toleran terhadap sifat-sifat gambut,” katanya dalam seminar “Lahan Gambut: Maslahat atau Mudharat?” yang diselenggarakan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan). Dikatakannya, saat ini sekitar 20 juta hektar lahan gambut tersebar di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan . Dari luasan tersebut, lanjutnya, baru sekitar 700-800 ribu ha yang dimanfaatkan untuk budidaya kelapa sawit dari total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia 7,8 juta ha. Winarna mengakui, pemanfaatan lahan gambut untuk kelapa sawit memiliki berbagai kendala terkait sifat-sifat gambut yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. “Oleh karena itu diperlukan penerapan `best management practices` untuk pengembangan kelapa sawit di gambut yang berkelanjutan,” katanya. Menurut dia, tata air yang efektif merupakan kunci memperoleh produktivitas kelapa sawit yang tinggi pada lahan gambut. Selain itu, lanjutnya, harus didukung infrastruktur jalan dan jembatan, pemupukan serta kultur teknis standar. Sementara itu Guru Besar Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultan Pertanian IPB, Prof Dr Supiandi Sabiham menyatakan, optimalisasi pengembangan kebun dan industri minyak sawit pada lahan gambut telah memberikan kesempatan kerja sebanyak satu orang per empat hektare. Dengan demikian, lanjutnya, dari 1,2 juta hektare perkebunan kelapa sawit mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang, belum termasuk untuk lapangan pekerjaan penunjangnya. “Selain itu pengembangan pertanian di lahan gambut telah memberikan sumber pendapatan yang cukup signifikan khususnya dari sayuran dan buah-buahan serta tanaman perkebunan terutama kelapa sawit,” katanya. Dikatakannya, dari luasan lahan gambut sekitar 15 juta hektare sektiar 9 juta hektare sesuai syarat untuk usaha pertanian. Namun demikian, lanjutnya, yang sudah dibuka dan dikembangkan baru sekitar 0,5 juta hektare untuk tanaman pangan yang dikelola petani transmigran serta 1,2 juta hektare untuk perkebunan khususnya kelapa sawit. Meskipun demikian, Supiandi mengakui, sering terjadi kerugian dalam pengembangan lahan gambut akibat kekeliruan dalam memilih komoditas dan teknologi pemanfaatan sumberdaya lahan tersebut. Dalam menetapkan pilihan komoditas dan teknologi, tambahnya, sering para pengelola kurang, bahkan tidak menyesuaikan pada kemampuan daya dukung sumber daya lahan gambut. Akibatnya, menurut dia, hasil kegiatan menjadi kurang atau bahkan menjadi tidak bermanfaat bagi kehidupan untuk jangka waktu lama. “Karena itu, kearifan pengelola sangat penting dalam melaksanakan kegiatan pengembangan lahan gambut (terkait pemilihan komoditas dan teknologi pemanfaatan lahan) yang sesuai dengan kemampuan daya dukungnya,” katanya. Chief Forester Tropenbos International (TBI) Indonesia, Petrus Gunarso, mengatakan, potensi ekonomi gambut masih sangat besar dan itu bisa dimanfaatkan tanpa harus merusak ekosistem kawasan itu. Untuk itu, lanjutnya, pemerintah seharusnya memetakan lahan gambut yang boleh dikelola dan mana yang tidak. “Apapun kebijakan terhadap kawasan gambut harus jelas kompensasinya bagi masyarakat dan pemegang hak kelola,” katanya.(ar)

sebelum menanam Kelapa Sawit di lahan Gambut perlu di lakukan pemupukan sebagai sarana mengurangi kadar keasaman (pH) tanah yaitu dengan pupuk Dolimit+ NPK + SP 3.6 , setelah kurang lebih 7-20 Hari / kadar pH tanah sudah mulai stabilĀ  baru dilakukan penanaman dan dilakukan pemupukan dengan menggunakan SUPERNASA + Power Nutrition NASA.

 

silahkan Baca artikel terkait Kelapa Sawit Untung Berlipat berlipat/

Tinggalkan komentar

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: